wellcome 2014..!!

Posted in Apa Aja on 17 January 2014 by apridamanik

Memasuki tahun 2014 memberikan semangat baru bagi masyarakat Indonesia. Harapan harapan yang baik pastinya menjadi doa bagi seluruh masyarakat. Tahun 2014 juga akan menjadi tahun yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana pada tahun ini akan menjadi tahun pergantian pucuk pimpinan di Negara ini, pergantian para wakil rakyat yang terhormat yang duduk nyaman di senayan sana. Tapi saya bukan mau membahas tentang itu, butuh 4 hari 3 malam untuk mengetik semua uneg-uneg saya jika membahas persoalan itu. Yang menarik adalah salam pembuka di tahun 2014 ini, dimana teman akrab bangsa Indonesia kembali datang menghampiri, yaitu korupsi, bencana, dan bencana lagi. Sengaja saya menulis bencana dua kali karena itulah focus tulisan saya kali ini.
Di tahun 2014 ini tentu para calon wakil rakyat yang terhormat sangat terbantu dengan adanya bencana ini. Karena mereka mempunyaiide baru dalam hal pencintraan mereka. Dan pastinya tidak ada yang dirugikan memang dalam pmanfaatan situasi ini, korban terbantu dalam mengurangi beban kerugian mereka dan para calon wakil rakyat juga terbantu dalam pencitraan mereka.
Tapi disamping itu, jika ditanya hatiyang paling dalam tidak ada satupun diantara kita yang menghendaki kehadiran bencana bencana itu. Anehnya lagi kita seakan-akan tidak berdaya untuk menolak kehadiran mereka, kita tidak punya persiapan. Kembali lagi pada istilah yang saya dengar pertama kali ketika masih Sekolah Dasar, “Persiapan yang matang adalah kunci Keberhasilan”. Padahal, jika kita melihat mundur kebelakang kita tau apa penyebab banjir di Jakarta. Tapi kita tidak ada upaya untuk bergegas mencegah banjir. Apa kita terlalu men-Tuhan kan pemerintah ya sehingga kita percaya mereka sanggup apa saja, dan ketika kinerja mereka belum terlihat, kita menghujat habis-habisan mereka. Kita tau, bahwa upaya untuk mencegah banjir itu adalah dimulai dari diri sendir, contoh kecil nan sepele yaitu tidak membuang sampah sembarangan.
Ketika menanti hujan reda di sebuah warung kopi di daerah Jakarta selatan, saya mendengar pembicaraan tentang banjir yang menyatakan bahwa banjir di Jakarta adalah banjir kiriman dari kota kota disekitar Jakarta. Dalam hati saya berkata, kok malah menyalahkan warga bogor, bukankah hampir semua bangunan villa villa mewah disana yang punya adalah warga Jakarta. Pemberian ijin mendirikan bangunan di daerah resapan air sudah dipersulit tapi toh mereka tetap bias membangun sesukanya.
Tapi itulah sifat alami manusia yang saling menyalahkan. Penanggulangan banjir ini hanya merupakan tindakan sementara, dan jauh lebih baik jika kita mencegah banjir itu datang. Caranya, dimulai dari diri kita sendiri apa pun itu. Salah satu contohnya ya itu tadi, membuang sampah pada tempat seharusnya, membangun bangunan yang ramah lingkungan, dan mendukung program-program pemerintah dalam hal penataan kota. Setidaknya itu bisa mempengaruhi resapan air.
Dan terkahir untuk mengakhiri tulisan ini saya mau ikut menyatakan Solidaritas yang tinggi terhadap saudara-saudara korban banjir di Jakarta, korban gunung Sinabung di Sumatera dan korban banjir dan tanah longsor di Gorontalo, Tuhan memberkati kalian sahabat..!!

Kita Beda

Posted in Catatan Pribadi on 2 October 2013 by apridamanik

perbedaan

Tiada yang salah dengan perbedaan
Dan segala yang kita punya
Yang salah hanyalah sudut pandang kita
Yang membuat kita terpisah

Karna tak seharusnya
Perbedaan menjadi jurang

Bukankah kita diciptakan
Untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi

Mestinya perbedaan bukan alasan
Untuk tak saling memahami
Harusnya cinta bisa memberi jalan
Dan satukan semua harapan

Sebuah lirik lagu yang dinyanyikan tere tersebut membuat saya kembali berpikir betapa pentingnya perbedaan itu.

Lagu itu memberi pesan untuk saling memahami dan saling toleransi. Lagu tersebut menggambarkan keadaan negara indonesia saat ini. Dimana setiap kelompok orang saling mengagung-agungkan kelompoknya sendiri tanpa memandang kelompok lain yang masih ada di sekitar mereka. Memaksakan kehendak. Kaum minoritas harus tunduk dan ikut terhadap kelompok mayoritas. Semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA seakan tidak sanggup untuk menopang keberagaman di Indonesia.

Continue reading

Martondur

Posted in Download on 1 March 2013 by apridamanik

Etah lakan misir laho martondur da,

Hu huta na dohor i topi tao ai,

Sanggah homa nuan rondang ni bittang da,

Buei ijai anak boru ambia..

Jenges-jenges ijai anak boru da,

Continue reading

Dayok Nabinatur – Yeyen Marbun

Posted in Download on 1 March 2013 by apridamanik

Hupaikkat ma ho, da Anakku

Huparlajangan min

Hupasirsir do, dayok nabinatur in

Huondoskon do, hulobei-lobei min

Ase taratur ma paruhuran min

Andohar ma namin, boi torsa

Naibagas uhur min

Dapot ho bapa,  sura sura min

Bujur-bujur ma ho iparlajangan min

Dear ma ho, maruhur da bapa

Reff :

Iparlajangan ulang lupa ho, hubani podah nami in bapa

Dingat ma ganup, ase ulang tarbador ho

Anggo domma dapot ho bapa, napinarsitta ni uhur min

Ulang lupa ho hubannami on, na tading ihuta on

(Speak : “Ale anakku, bujur bujur ma ho, sai dear ma ho marparuhuran, ase dapot ho sura sura min, ulang lupa ho hubannami orang tua mon, na tading ihuta on”.)

Andohar ma namin, boi torsa

Naibagas uhur min

Dapot ho bapa,  sura sura min

Bujur-bujur ma ho iparlajangan min

Dear ma ho, maruhur da bapa

Reff :

Iparlajangan ulang lupa ho, hubani podah nami in bapa

Dingat ma ganup, ase ulang tarbador ho

Anggo domma dapot ho bapa, napinarsitta ni uhur min

Ulang lupa ho hubannami on, na tading ihuta on

Ulang lupa ho hubannami on, na tading ihuta on

Oo.. Anakku..

Klik Ijon Laho Mandownload Laguni

Untitled / Aku (tidak) Beragama…??

Posted in Catatan Pribadi on 27 February 2013 by apridamanik

Adzan Maghrib berkumandang, terasa damai dan syahdu..

Dalam ke-syhadu-an itu, anganku kembali ke suatu masa yang aku sendiri juga tidak tahu kapan dan dimana. timbul suatu perdebatan dalam khayalan tentang defenisi Agama itu sendiri. Samar-samar aku mengingat-ingat kembali pelajaran waktu sekolah dasar, katanya agama adalah alat pemersatu agar tidak kacau balau. Tapi kurasa itu belum cukup, aku coba menelusuri di mesin pencari, hasilnya mengatakan “suatu sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya” dalam bahasa sansekerta yang artinya adalah suatu tradisi. Tapi itu hanyalah sebatas teori. Nyatanya sekarang Agama bukan lagi sebagai alat pemersatu, dan agama menjadi penyebab kacau balau, perang, dll. Semua sudah terbalik.

Kembali aku merenung, benarkah demikian..??

Continue reading

Pernikahan adat na gok simalungun

Posted in Apa Aja on 4 November 2012 by apridamanik

1. Mangarisika..

Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata). Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain, cincin emas, dan lain-lain.

2. Marhori-hori Dinding/marhusip..

Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar, terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum.

3. Marhata Sinamot..

Pihak kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang oada kerabat wanita untuk melakukan marhata sinamot, membicarakan masalah uang jujur (tuhor).

Continue reading

Alkohol vs Ganja

Posted in Hukum on 16 June 2012 by apridamanik


ketika saya bertemu dengan temen temen yang peminum “alkohol” dan pemakai “ganja” saya saring membanding-bandingkan mereka. dalam membanding bandingkan mereka sering timbul pertanyaan yang membingungkan saya, kalo teman teman mempunyai waktu dan sempat membaca tulisan ini, saya harap bisa juga meluangkan waktunya untuk mencoba ikut berbagi dan berdiskusi tentang ganja dan alkohol..

saya tidak mengerti kenapa pemerintah membedakan perlakuan hukum kepada mereka pengguna ganja dan peminum alkohol, padahal kegiatan itu sama sama memabukkan, merusak generasi muda, sama sama merusak kessehatan, sama sama bersifat adiktif, dan terimbas kepada kanker (kantong kering), heheh
karena antinya pemerintah terhadap ganja maka berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, ganja dimasukkan kedalam narkotika golongan satu. dalam konteks yang sama alkohol juga sama halnya dengan ganja, tetapi kenapa perlakuan hukum nya berbeda??
jika dilihat dari sumber nya, ganja adalah produk alami yang belum kena olahan manusia, sedankan alkohol adalah hasil akhir dari olahan manusia yang melewati berbagai macam proses. dengan kata lain sebagai bangsa yang menomorsatukan sila ketuhanan yang maha esa, lebih memilih mana ganja yang adalah asli ciptaan TYME daripada alkohol yang merupakan racikan dari manusia (Alcohol created by Human and Ganja created by God)…

who do you trust??