wellcome 2014..!!


Memasuki tahun 2014 memberikan semangat baru bagi masyarakat Indonesia. Harapan harapan yang baik pastinya menjadi doa bagi seluruh masyarakat. Tahun 2014 juga akan menjadi tahun yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana pada tahun ini akan menjadi tahun pergantian pucuk pimpinan di Negara ini, pergantian para wakil rakyat yang terhormat yang duduk nyaman di senayan sana. Tapi saya bukan mau membahas tentang itu, butuh 4 hari 3 malam untuk mengetik semua uneg-uneg saya jika membahas persoalan itu. Yang menarik adalah salam pembuka di tahun 2014 ini, dimana teman akrab bangsa Indonesia kembali datang menghampiri, yaitu korupsi, bencana, dan bencana lagi. Sengaja saya menulis bencana dua kali karena itulah focus tulisan saya kali ini.
Di tahun 2014 ini tentu para calon wakil rakyat yang terhormat sangat terbantu dengan adanya bencana ini. Karena mereka mempunyaiide baru dalam hal pencintraan mereka. Dan pastinya tidak ada yang dirugikan memang dalam pmanfaatan situasi ini, korban terbantu dalam mengurangi beban kerugian mereka dan para calon wakil rakyat juga terbantu dalam pencitraan mereka.
Tapi disamping itu, jika ditanya hatiyang paling dalam tidak ada satupun diantara kita yang menghendaki kehadiran bencana bencana itu. Anehnya lagi kita seakan-akan tidak berdaya untuk menolak kehadiran mereka, kita tidak punya persiapan. Kembali lagi pada istilah yang saya dengar pertama kali ketika masih Sekolah Dasar, “Persiapan yang matang adalah kunci Keberhasilan”. Padahal, jika kita melihat mundur kebelakang kita tau apa penyebab banjir di Jakarta. Tapi kita tidak ada upaya untuk bergegas mencegah banjir. Apa kita terlalu men-Tuhan kan pemerintah ya sehingga kita percaya mereka sanggup apa saja, dan ketika kinerja mereka belum terlihat, kita menghujat habis-habisan mereka. Kita tau, bahwa upaya untuk mencegah banjir itu adalah dimulai dari diri sendir, contoh kecil nan sepele yaitu tidak membuang sampah sembarangan.
Ketika menanti hujan reda di sebuah warung kopi di daerah Jakarta selatan, saya mendengar pembicaraan tentang banjir yang menyatakan bahwa banjir di Jakarta adalah banjir kiriman dari kota kota disekitar Jakarta. Dalam hati saya berkata, kok malah menyalahkan warga bogor, bukankah hampir semua bangunan villa villa mewah disana yang punya adalah warga Jakarta. Pemberian ijin mendirikan bangunan di daerah resapan air sudah dipersulit tapi toh mereka tetap bias membangun sesukanya.
Tapi itulah sifat alami manusia yang saling menyalahkan. Penanggulangan banjir ini hanya merupakan tindakan sementara, dan jauh lebih baik jika kita mencegah banjir itu datang. Caranya, dimulai dari diri kita sendiri apa pun itu. Salah satu contohnya ya itu tadi, membuang sampah pada tempat seharusnya, membangun bangunan yang ramah lingkungan, dan mendukung program-program pemerintah dalam hal penataan kota. Setidaknya itu bisa mempengaruhi resapan air.
Dan terkahir untuk mengakhiri tulisan ini saya mau ikut menyatakan Solidaritas yang tinggi terhadap saudara-saudara korban banjir di Jakarta, korban gunung Sinabung di Sumatera dan korban banjir dan tanah longsor di Gorontalo, Tuhan memberkati kalian sahabat..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: